• PESANTREN MADINAH MUNAWWARAH
  • Darul Fiqhi wa Da'wah

Ziarah Wali Pesantren Madinah Munawwarah Semarang 2019

PMM ziarah wali merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh santri PMM putra dan putri baik santri kitab maupun tahfidz pada bulan Februari 2019. Rute ziarah meliputi Raden Patah Kadilangu, Sunan Muria, Masji Jami’ Lasem, Pasujudan Sunan Bonang, Sunan Bonang, Mbah Kholil Bangkalan, Sunan Ampel, Boto Putih, Syekh Abu Bakar Assegaf, Sunan Gresik. Rombongan terdiri dari 2 bus santri putri dan 1 bus santri putra. Rombongan berangkat dari PMM malam Jumat sekitar pukul 23.00 WIB dan sampai kembali di PMM pada Ahad pagi.

Destinasi pertama tiba pada pukul 00.30 WIB di Kadilangu, Demak yaitu Makam Raden Patah. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Kudus ketika dalam perjalanan dari Kadilangu cuaca hujan hingga sampai di kawasan Menara Kudus, setelah melihat kondisi tempat parkir bus dengan lokasi tempat ziarah yang agak jauh sedangkan kondisi uaca masih hujan, akhirnya ziarah ke Sunan Kudus dibatalkan, kemudian dilanjutkan perjalanan ke Gunung Muria.

Destinasi ziarah yang kedua menjadi Sunan Muria yang tiba sekitar pukul 04.00 WIB dari tempat parkir bus naik menuju masji terdekat kemudian qiyamul lail dan sholat subuh berjamaah. Setelah sholat subuh dan wirid Abah melanjutkan taklim pagi. Baru setelah semua selesai santri sarapan bersama dilokasi masjid sebelum perjalanan naik ke makan Sunan Muria.

Untuk naik ke makam Sunan Muria semua santri baik putra maupun putri berjalan kaki. Semua merasakan lelah yang sama, namun para santri tetap antusias dan bersemangat. Seusai ziarah sebelum turun semua santri foto bersama Abah di luar lokasi makam, setelah turun banyak santri yang mampir di toko sepanjang jalan turun untuk membeli minuman, jajanan dan oleh-oleh.

Semua santri lelah dan tertidur pulas di bus saat perjalanan dari Muria menuju Pati. tanpa sadar seharusnya destinasi selanjutnya adalah makam Mbah Mutamakkin karena tidak ada yang mengingatkan sopir, justru bus melaju hingga hampir sampai di Rembang. Dan akhirnya destinasi ziarah makam Mbah Mutamakkin dibatalkan juga. Bus pun melanjutkan perjalanan menuju ke Masjid Jami’ Baiturrahman Lasem.

Sesampainya di Masjid Jami’ Baiturrahman Lasem semua santri menunaikan sholat dzuhur dan ashar jama’ qoshor. Sehabis sholat baru berziarah ke makam Mbah Ma’shoem dan Ibu Nyai Nuriyah Ma’shoem yang merupakan guru dari orangtua Abah Yahya Al Mutamakkin. Selesai berziarah rombongan melanjutkan perjalanan ke Pasujudan Sunan Bonang.

Di Pasujudan Sunan Bonang rombongan santri makan siang terlebih dahulu baru naik ke Tempat Pasujudan. Di Tempat tersebut santri napak tilas menengarkan kisah tempat Pasujudan tersebut dari Abah Yahya, yang kemudian dilanjutkan berdoa dan bertawashul di batu yang terdapat jejak kaki Sunan Bonang.

Dari Pasujudan perjalanan dilanjutkan ke Masjid Agung Tuban. Rombongan tiba sekitar pukul 17.00 di tempat parkir bus dan masih harus berjalan melewati alun-alun untuk sampai di Masid Agung Tuban. Sebelum menunaikan sholat magrib para santri menyempatkan untuk mandi terlebih dahulu. Baru sholat magrib dan isya’ jama’ qoshor kemudian berlanjut ziarah Sunan Bonang di Kawasan makam ulama’ dekat masjid yang ditempuh dengan jalan kaki pula.

Malam setelah ziarah seluruh santri makam malam terlebih dahulu di alun-alun Tuban, semua berpencar mencari makan sesuai selera masing-masing. Beberapa juga ada yang sibuk mencari oleh-oleh. Setelah semua selesai sesuai batas waktu yang ditentukan rombongan melanjutkan perjalanan ke Pulau Madura.

Tiba sekitar pukul 03.30 semua santri segera menuju Masjid untuk bebersih kemudian melaksanakan qiyamul lail, sholat jamaah subuh, wirid hingga ziarah makam Mbah Kholil Bangkalan. Setelah semua selesai rombongan berfoto terlebih dahulu di depan Masjid Mbah Kholil Bangkalan kemudia mencari sarapan disekitar lokasi masjid, mayoritas para santri mencicip sate madura yang banyak dijual berjejer disana.

Sekembalinya dari Madura rombongan bertolak ke Surabaya untuk berziarah makam Sunan Ampel. Tanpa rencana dari awal Abah memberikan instruksi kepada panitia untuk berziarah ke Boto Putih terlebih dahulu sebelum pulang dari Surabaya. Seluruh panitia terkejut dan segera melakukan sweeping santri yang sudah berpencar di pasar untuk berburu oleh-oleh yang terkenal sangat murah. Selepas ziarah makam Boto Putih baru para santri diberi waktu untuk mencari oleh-oleh di pasar.

Seusai ziarah dilanjutkan sholat dzuhur dan ashar jama’ qoshor lalu berjalan kaki menuju makam Sunan Gresik yang terbilang lumayan agak jauh. Seusai ziarah Abah menyampaikan sedikit nasihat untuk para santri supaya dapat mengambil hikmah dari perjalanan ziarah dan menambah semangat mencari ilmu, semua santri terharu mendengarkan nasihat Abah kemudian dilanjutkan mushofahah.  

Diakhiri dengan jamaah sholat maghrib dan isya’ jama’ qoshor, lalu para santri kembali menaiki kendaraan menuju lokasi parkir bus dan sambil menunggu seluruh rombongan lengkap beberapa santri mencari makan malam di sekitaran lokasi parkir bus. Setelah semua rombongan lengkap dilanjutkan perjalanan pulang menuju pesantren tercinta.

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Merayakan Lebaran di tengah Pandemi Covid-19 : Ala PMM

Lebaran tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tidak ada malam takbiran tidak ada salam salaman. Semuanya di dalam rumah dan orang orang saling menjaga jarak. Sudah beber

25/05/2020 10:50 - Oleh Administrator - Dilihat 8 kali
PMM Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 2019

17 Agustus  adalah hari yang bersejarah bagi Indonesia, hampir seluruh plosok Indonesia merayakan kemerdekaan dengan melaksanakan upacara bendera. Merah putih berkibar di seluruh c

17/08/2019 13:05 - Oleh Administrator - Dilihat 8 kali
Perayaan Idul Adha 1440 H/ 2019 di Pesantren Madinah Munawwarah Semarang

Sabtu, (10/08/2019). Idul Adha Hari Raya idul adha, hari penuh makna. takbir berkumandang sejak malam hari hingga tiga hari ke depan. Santri bergelir untuk mengumandangkan takbir. Shola

10/07/2019 14:05 - Oleh Administrator - Dilihat 9 kali